Kirim Surat untuk Netanyahu, Abbas Nyatakan Palestina akan Keluar dari Perjanjian Oslo

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas berbicara dalam sebuah acara tentang pembicaraan Timur Tengah di Gedung Putih di Washington, AS pada tahun 2010/ Reuters

YERUSALEM – Presiden Palestina Mahmoud Abbas dilaporkan telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, memperingatkan bahwa Palestina sekarang merasa bebas untuk menghentikan kerja sama keamanan dengan rejim tersebut sebagai bagian dari perjanjian Oslo.

TV Channel 12 Israel melaporkan  bahwa delegasi Otoritas Palestina, yang dipimpin oleh Menteri Urusan Sipil Hussein al-Sheikh, telah bertemu dengan Menteri Keuangan Israel Moshe Kahlon dan menyerahkan kepadanya surat tulisan tangan dalam bahasa Arab dari Abbas ke Netanyahu.

Dalam catatannya, kata laporan itu, Abbas menekankan bahwa rencana kesepakatan damai Presiden AS Donald Trump mengabaikan kesepakatan Oslo 1993 yang membagi Tepi Barat menjadi daerah-daerah di bawah kendali Israel, Palestina dan gabungan.

“Rencananya adalah penolakan Amerika dan Israel atas perjanjian Oslo, dan Otoritas Palestina sekarang melihat dirinya bebas untuk mengabaikan perjanjian dengan Israel, termasuk kerja sama keamanan,” kata laporan itu mengutip surat tersebut.

Presiden Palestina ingin memberi tahu Israel tentang posisinya sebelum ia pergi ke Kairo untuk menghadiri pertemuan mendesak Liga Arab tentang apa yang disebut “kesepakatan abad ini”.

Sheikh mengatakan kepada Kahlon bahwa Abbas tidak hanya menolak untuk menerima telepon dari Trump sebelum pembebasan kesepakatan Timur Tengahnya, ia juga menolak untuk menerima surat yang dikirim oleh presiden AS kepadanya.

Menteri keuangan Israel juga meminta Palestina untuk melunakkan tanggapan mereka sampai setelah pemilihan umum Israel pada bulan Maret, mengklaim bahwa semuanya dapat berubah setelah pemungutan suara.

Advertisement