Kisah Fajri Pria Berbobot 300 kilogram Alami Depresi karena Malu hingga Tak Punya Teman

JAKARTA – Fajri, pasien obesitas yang memiliki bobot 300 kg dan kini diraeat di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM),  sempat mengalami depresi.

Direktur Utama RSCM Lies Dina Liastuti mengatakah hal tersebut diketahui saat tim dokter RSCM yang menangani Fajri melakukan observasi kesehatan menyeluruh sebelum memutuskan metode yang tepat untuk menurunkan bobot tubuhnya.

Lies menambahkan depresi yang dialami Fajri ini juga cukup lama. Kemungkinan terjadi karena pasien kurang berinteraksi dengan manusia lain, kecuali ibu yang merawatnya selama kurang lebih tiga tahun ini.

“Pasien hanya tinggal berdua dengan ibunya. Sejak kecelakaan dia memang hanya tinggal di rumah, di satu ruangan yang cukup tertutup, kemungkinan kondisi ini yang memicu dia jadi stres hingga depresi,” kata Lies saat konferensi pers di RSCM, Jakarta Pusat, Rabu (14/6).

Stres yang dialami Fajri hingga berujung depresi ini juga bisa jadi muncul karena rasa malu lantaran memiliki bobot tubuh besar. Apalagi usia Fajri juga tergolong masih muda.

Berat badan yang besar ini membuat Fajri tidak bisa bertemu dengan orang sebayanya. Dia kehilangan ‘teman’ untuk bercerita dan mengeluarkan segala keluh kesahnya.

“Akibatnya bisa jadi pelariannya ke makan. Lalu metabolisme tubuhnya juga jadi buruk, sehingga lemak makin banyak yang tertimbun di tubuh,” katanya, dilansir CNNindonesia.com.

Saat ini, RSCM juga menerjunkan Dokter spesialis kejiwaan (psikiatri) Feranindhya Agiananda dalam tim khusus yang dibentuk untuk menangani Fajri. Dokter tersebut secara khusus akan menangani depresi yang dialami pria berbobot 300 kilogram tersebut.

Fajri saat ini dirawat di ICU khusus yang dibuat sejak pasien tersebut dirujuk ke RSCM. Ruangan ini dibuat khusus agar bisa menampung bobot tubuh Fajri yang memang sangat besar.

Sementara itu, tim dokter yang saat ini menangani Fajri terdiri dari berbagai multidisiplin. Mulai dari gizi, penyakit dalam, THT, kulit, hingga kejiwaan.

 

 

Advertisement