Kisah Halimah Yacob, Presiden Muslimah Pertama Singapura Mantan Penjual Nasi Padang

Halimah Yacob/ VOA

SINGAPURA – Halimah Yacob, mantan Juru Bicara Parlemen Singapura dipastikan akan menjadi Presiden Singapura dan merupakan perempuan sekaligus orang Melayu pertama yang menjabat sebagai presiden di negara tersebut.

Kepastian didapatkan setelah dua pesaingnya Mohamed Salleh Marican dan Farid Khan tidak mendapat sertifikat kelaikan dari departemen pemilihan umum setempat.

Akan menjadi orang nomor satu di negeri Singa ternyata tidak mudah bagi Halimah yang terlahir dari keluarga tidak berada.

Tahun 1962, ayahnya meninggal dunia ketika Halimah baru berusia 8 tahun yang memaksa ia bersama sang ibu menjual nasi Padang di gerobak dorong wilayah Shenton Way.

Membantu sang ibu, Halimah rela membersihkan meja, mencuci piring, dan melayani pembeli nasi Padang khas Sumatera Barat yang banyak digemari warga Singapura.

Hingga akhirnya pada tahun 1960-an, ia bersekolah di Singapore Chinese Girls School dan melanjutkan sekolah di Tanjong Katong Girls School, berkuliah di University of Singapore hingga berhasil meraih gelar Sarjana Hukum.

Tahun 1978, ia bergabung dengan Kongres Nasional Serikat Pekerja (NTUC) sebagai petugas advokasi. Ia menghabiskan 30 tahun hidupnya sebagai aktivis sebelum diangkat menjadi wakil Sekretaris Jenderal NTUC.

Halimah memutuskan terjun ke dunia politik tahun 2001 dan berhasil menjadi anggota parlemen. Tahun 2011, ia menjadi Menteri Pembangunan Komunitas, Pemuda dan Olah raga.

Selang dua tahun, 2013, ia ditunjuk sebagai Juru Bicara Parlemen Singapura. Penunjukan itu juga bersejarah, karena Halimah menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan bergengsi di parlemen tersebut.

“Aku akan melakukan yang terbaik untuk melayani warga Sipangura. Selama ini saya juga bertekad seperti itu, terlepas ada pemilu atau tidak,” tutur Halimah, dikutip Channel News Asia.

Advertisement