Kolombia Setujui Amnesti Perdamaian Dengan FARC

Presiden Santos (kiri) dan pemimpin FARC dikenal sebagai Timochenko berjabat tangan dalam sebuah upacara bersejarah di Cartagena pada bulan September/ AFP

Bogota-Kongres Kolombia telah menyetujui undang-undang amnesti. Khususnya untuk beberapa orang dari mereka yang dituduh melakukan kejahatan kecil dalam konflik sipil selama puluhan tahun di negara itu

Presiden Juan Manuel Santos memuji persetujuan sebagai “langkah pertama menuju konsolidasi perdamaian” dengan kelompok gerilyawan sayap kiri FARC.

Amnesti merupakan bagian dari kesepakatan yang direvisi setelah pakta asli antara pemerintah dengan FARC ditolak dalam pemungutan suara umum.Seperti dilansir BBC, Kamis (29/12/2016) konflik di Kolombia telah menewaskan lebih dari 260.000 orang dan jutaan pengungsi.
Ribuan gerilyawan yang dituduh melakukan kejahatan ringan akan diampuni secara hukum. Kesepakatan damai yang asli, ditolak dalam referendum pada 2 Oktober, dipandang oleh banyak orang sebagai terlalu lunak terhadap para pemberontak.
Pemerintah dan FARC kemudian kembali ke meja perundingan sembari mencoba untuk mencapai kesepakatan baru yang bisa diterima oleh mereka yang telah memilih “tidak setuju”.
Amandemen utama termasuk:

– FARC harus menyatakan semua aset mereka dan menyerahkannya kepada pemerintah. Dana tersebut akan digunakan buat pembayaran reparasi bagi korban konflik.

– Kekhawatiran dari kelompok-kelompok keagamaan bahwa perjanjian merusak nilai-nilai kekeluargaan telah ditangani.

– Batas waktu 10 tahun telah ditetapkan untuk menjalankan sistem peradilan transisional.

– Pemberontak FARC diharapkan memberi informasi lengkap mengenai perdagangan narkoba yang mereka mungkin terlibat di dalamnya.

– Perjanjian perdamaian tidak akan menjadi bagian dari konstitusi Kolombia.

Majelis rendah dan Senat menyetujui undang-undang amnesti pada Rabu 28 Desember. Kesepakatan damai yang direvisi telah disahkan oleh Kongres pada 1 Desember. Tapi tidak akan diserahkan ke pemungutan suara umum.

Advertisement