MOJOKERTO – Kondisi Mas Hanum Dwi Aprilia, siswi yang mengalami cedera akiubat dihukum squad jump kini mulai membaik setelah mendapat perawatan.
Hasil evaluasi oleh dua dokter spesialis saraf dan rehap medis di RSUD Prof Dr Soekandar menyatakan yang diperkuat foto Rontgen (Radiografi) tidak ditemukan gangguan atau trauma pada tulang belakangnya pada kasus .
Kasi Pelayanan Medis, RSUD Prof Dr Soekandar, Rini Setyowati mengatakan, siswa kelas XI SMAN 1 Gondang ini mengalami penurunan sistem motorik.
Korban masih ada harapan untuk sembuh karena setelah dilakukan observasi menunjukkan perkembangan yang baik. Menurutnya, keadaan Hanum saat ini ditinjau dari kondisi fisiologis telah membaik.
“Ia sudah tidak merasakan nyeri pada kedua kakinya bahkan telah bisa berlatih untuk berjalan. Pasiennya mulai bisa kembali berjalan. Dugaannya karena ada aktivitas berlebihan sehingga menyebabkan kondisi otot yang bersangkutan mengalami kelelahan,” katanya.
Dalam medis kelelahan otot, lanjut Rini, bisa terjadi jika ada aktivitas yang terus diforsir atau gerakan berlebihan sehingga menyebabkan yang bersangkutan mengalami penurunan sistem motoriknya. Penurunan sistem motorik biasa terjadi jika ada gerakan yang berlangsung kontinyu.
“Jika dilakukan berulang kali dan berlebihan atau penekanan gerakan secara terus-menerus sehingga massa otot memperoleh beban yang berlebihan. Fungsi motorik ya otot dan sarafnya saat itu memang tidak bisa jalan,” ujarnya, dikutip beritajatim.





