Korban Perdagangan Anak Diimingi Gaji Besar Bisa Beli Mobil

HumanTrafficking
ilustrasi

JAKARTA – Berdasarkan keterangan dari Mundari (48), orangtua salah satu korban perdagangan anak, anaknya R (16) rela dibawa hingga ke Padang, Sumatera Barat karena dimingi gaji besar hingga bisa membeli mobil.

Menurut Mundari, anaknya terbujuk rayuan pelaku hingga iya berani mengiyakan tawaran tersebut dan menghilang tanpa kabar setelah pergi ke daerah Pasaman, Sumatera Barat, pada 24 Agustus 2016.

Sebelum menghilang, R sedang bermain bersama temannya, tapi tak kunjung pulang hingga keesokan harinya Mundari merasa cemas dan mencari ke rumah temannya. Tidak ada hasil, ia pun melapor ke polisi.

“Ya saya lapor ke Polsek Pancoran, tapi kaya enggak ditindaklanjuti. Akhirnya saya ke Polda (Metro Jaya),” kata Mundari, Selasa (6/9/2016), dikutip dari Okezone.com.

Hingga akhirnya setelah empat hari, anaknya menghubungi Mundari yang mengaku berada di Pasaman, Sumatera Barat.

“Tahu-tahu dapat kabar ada di Padang. Ada yang ngajak anak saya sama temannya untuk kerja selama dua hari. Ternyata dibawa ke Padang. Ternyata di sana disuruh kerja dengan paksaan. Anak saya diiming-imingi pulang membawa uang banyak dan bisa buat beli mobil,” paparnya.

Diketahui, 31 Agustus 2016, anggota Polres Pasaman menggerebek Cafe Rimbo Aro di Pasaman dan petugas mengamankan tiga gadis yang dipekerjakan di sana dan diduga sebagai korban perdagangan anak. Diketahui pula ketiga gadis itu berasal dari Jakarta yang diming-imingi dapat pekerjaan dengan penghasilan besar, termasuk R, anak gadis Mundari.

Advertisement