CILACAP – Banjir di Desa Madura, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah berangsur surut namun ratusan warga masih bertahan di pengungsian, karena rumahnya belum memungkinkan untuk ditempati.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap Martono mengatakan berdasarkan data, di Dusun Margasari dan Purwasari, Desa Madura, Kecamatan Wanareja, terdapat 89 rumah yang terendam banjir sejak Rabu (15/11/2017), pukul 00.30 WIB akibat jebolnya tanggul Sungai Cibaganjing di Dusun Purwasari.
Menurut dia, rumah-rumah itu dihuni 92 keluarga yang terdiri atas 392 jiwa dan saat sekarang masih berada di pengungsian.
“Genangan air berangsur surut namun di beberapa titik masih mencapai 1 meter. Elevasi tertinggi sempat terpantau mencapai 2 meter di dalam rumah,” jelasnya, Sabtu (18/11/2017).
Ia mengakui jika penyurutan banjir di Desa Madura berlangsung sangat lambat karena lokasinya berada di sudut tanggul Sungai Citanduy dan tanggul Sungai Cibaganjing.
Sementara klep saluran pembuangan air tersumbat tumpukan sampah yang berasal dari pegunungan.
Kendati telah dilakukan penyudetan tanggul, dia mengatakan banjir tidak segera surut karena air tetap masuk dari daerah hulu.
“Ini merupakan banjir yang tertinggi di Margasari dalam 20 tahun terakhir. Biasanya banjir hanya menggenangi persawahan dan pekarangan saja,” katanya, dilansir Antara.





