FREETOWN – Korban tewas akibat longsor di ibu kota Sierra Leone, Freetown terus meningkat dan petugas penyelamat telah menemukan hampir 400 jenazah.
Hal tersebut membuat bencana kali ini menjadi bencana alam paling mematikan di Afrika dalam beberapa tahun terakhir.
Presiden Ernest Bai Koroma mendesak warga di daerah banjir lainnya di sekitar Freetown untuk segera mengungsi agar personil militer dan petugas penyelamat lainnya dapat terus mencari korban selamat yang mungkin masih terkubur di bawah puing-puing.
“Seiring pencarian berlanjut, kami telah mengumpulkan hampir 400 mayat, namun kami mengantisipasi akan ada lebih dari 500,” kata kepala koroner Seneh Dumbuya kepada Reuters.
Untuk mengurangi kekurangan kamar jenazah, pihak berwenang dan badan bantuan bersiap untuk mengubur mayat di empat kuburan berbeda di Freetown pada Kamis (16/8/2017), kata Idalia Amaya, koordinator tanggap darurat untuk Catholic Relief Services,





