JAKARTA (KBK) – Jenazah Pemulung Almarhumah Haryati yang meninggal di lapak rongsoknya di Jalan H. Sadikin, Pindok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Pukul 17.30 WIB, Rabu (20/4/2016), akan dimakamkan di kampung halaman Ngawi, Jawa Timur.
Pengantaran jenazah dilakukan Tim Barzah Dompet Dhuafa, hari ini, Kamis (21/4/2016).
Menurut Direktur Tim Barzah Dompet Dhuafa, Ustad Madroi, layanan menghantar jenazah ke kampung halaman ini diberikan secara cuma-cuma.
“Karena memang almarhumah pantas untuk menerima layanan tersebut,” ungkap Ustad Madroi.
Dikatakan Madroi, jenazah dibawa ke kampung halamannya, setelah pihak kepolisian, warga serta pihak keluarga menyatakan kematian Haryati murni musibah.
Sore kemarin, lanjutnya, Haryati sedang mencuci piring di pondoknya, tiba-tiba air bah datang dan merobohkan dinding rumah kontrakannya.
“Dinding itu menimpa Haryati dan nyawa Haryati tak tertolong,” terang Madroi.
Pihak pemilik kontrakan, H. Hanafi yang juga pengurus Yayasan Masjid Jami Ni’matul Ittihad, Pondok Pinang, langsung menghubungi Tim Barzah DD untuk membantu pengurusan jenazah, sedangkan untuk evakuasi jenazah almarhumah pihak warga melaporkan kejadian ini ke pihak Polsek Kebayoran.
Suami Haryati, sehari-hari bekerja sebagai pengangkut sampah di lingkungan Pondok Pinang, bingung harus bagaimana karena kejadian itu tanpa ia duga sama sekali.
Suami dan 3 orang anak – anak nya yang berusia 18 , 12 dan 7 tahun itu, berharap jenazah almarhumah Haryati bisa dimakamkan di kampung halamannya di Ngawi Jawa Timur. Alhamdulillah, Allah SWT menyampaikan harapan mereka melalui Tim Barzah Dompet Dhuafa.




