BANDA ACEH – Pemerintah Korea Selatan melalui Korean International Cooperation Agency (KOICA) dan Korean Association Health Promotion (KAHP) tahun ini kembali membantu 10 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Aceh Besar dalam pengembangan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
Dalam pertemuan dengan para kepala sekolah dan madrasah di Hotel Permata Hati di Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, juga dihadiri Keon Hoon Lee, Director External Coopreation Departeman KAHP, Asisten I Setdakab Aceh Besar, Mukhtar, Kadisdik dan Kakan Kemenag Aceh Besar.
Dalam kesempatan itu, Sowi Kim, Asistant Country Director KOICA Indonesia Office mengatakan, Pemerintah Korea komitmen membantu sekolah dan madrasah yang ada di Aceh Besar dalam bidang pengembangan UKS.
Sedangkan kegiatan yang dilaksanakan dalam program UKS itu antara lain, perbaikan ruang UKS, pengadaan peralatan dan obat-obatan, peningkatan SDM guru UKS, penyuluhan PHBS, pemeriksaan kesehatan murid, pemeriksaan haemogobin (HB) darah, pengobatan, serta studi tour ke Korea. Sedangkan 10 sekolah yang dibantu tahun 2017 yaitu, SDN Buengcala, SDN Lamreung, SDN Lambaro Angan, SDN Lambada Klieng, SDN Neuheun, SDN Krueng Raya, SDN Lhok Seumeulu, MIN Krueng Raya, MIN Tungkop, dan MIN Buengcala.
Sementara itu, Asisten I Setdakab Aceh Besar, Mukhtar mengatakan, Pemkab Aceh Besar menyatakan terima kasih kepada pihak donatur. Sebab, prpgram UKS yang dilaksanakan itu sangat baik untuk pengembangan pendidikan dan kesehatan murid. Karena itu, mulai tahun ini Pemkab Aceh Besar juga akan mengusulkan dana untuk program tersebut.
Bukan hanya itu, Mukhtar juga menyatakan setuju seperti yang berkembang dalam pertemuan itu bahwa di setiap SD itu harus ditempatkan guru UKS yang juga berbasis perawat. “Penempatan guru UKS berbasi perawat itu penting, karena Kadisdik juga harus menindaklanjutinya,”kata Mukhtar dilansir Tribun, Jumat (9/12)





