JAMBI – Batik Air tujuan Jambi-Jakarta mendarat darurat kembali ke Bandara Sultan Thaha, Jambi, pada Sabtu (6/3/2021), usai 23 menit lepas landas karena pesawat mengalami gangguan teknis.
Namun akhirnya pesawat tersebut berhasil dipindah dari landasan pacu ke landasan parkir (apron) pada Minggu (7/3/2021) pukul 06.20 WIB.
Corporate Communications Strategic of Batik Air Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan resminya mengatakan evakuasi dan penarikan (towing) badan pesawat dilakukan melalui koordinasi dan kerja sama yang baik semua pihak yang terlibat.
“Pukul 06.20 WIB, pemindahan posisi pesawat dilakukan dengan aman dan tepat sesuai prosedur. Saat ini, Airbus 320-200 registrasi PK-LUT sudah berada di landasan parkir,” ujarnya.
Ia bercerita bahwa dalam kondisi hujan pukul 02.26 WIB, pesawat Batik Air masih di landas pacu (runway). Namun, upaya proses pemasangan alat bantu pada roda pendaratan pesawat bagian depan dan pemindahan tetap dilaksanakan.
Sebab, teknisi, peralatan, dan perlengkapan telah tiba di Bandar Udara Sultan Thaha pada pukul 02.25 WIB. Teknisi dan peralatan diterbangkan dari Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, menggunakan Wings Air.
Batik Air senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama dengan pengelola bandar udara setempat (PT Angkasa Pura II Sultan Thaha), regulator, dan instansi lain, dalam proses pemindahan posisi pesawat.
“Kami berkoordinasi dan menyerahkan proses investigasi atas insiden penerbangan ID 68-03 kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kementerian Perhubungan untuk nanti dapat diberikan rekomendasi kepada Batik Air,” terang Danang.
Sementara Executive General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Indra Gunawan menjelaskan, sebagaimana dilansir detikcom, bahwa pesawat lepas landas pada Sabtu pukul 13.28 WIB. Namun harus kembali mendarat di bandara yang sama pada pukul 13.51. Dia mengatakan ada kendala pada roda depan (nose wheel).
Berdasarkan data yang dihimpun, ada 117 penumpang di pesawat tersebut. Terdiri dari 114 penumpang dewasa, 2 anak-anak dan 1 balita. Semuanya dievakuasi saat pesawat mendarat.





