SUBANG – Seorang Ibu hamil asal Kabupaten Subang, Jabar, Kurnaesih (39) meninggal dunia usai ditolak oleh pihak RSUD Ciereng Subang, pada Kamis (16/2/) malam.
Juju Junaedi (46), suami korban, menjelaskan kronologinya yang berawal ketika istrinya mengalami kontraksi di rumah, hingga pihak keluarga pun membawa korban ke Puskesmas Tanjungsiang.
“Sudah drop waktu masih di rumah tuh saya bawa langsung ke Puskesmas terus sama masih gitu tidak ada perubahan terus akhirnya dibawa langsung ke RSUD Subang,” ujar Juju, Senin (6/3), dilansir CNNIndonesia.com.
Awalnya, sang istri sempat diterima oleh Instalasi Gawat Darurat (IGD). Namun, ketika akan masuk ke ruang poli anak (ponek) untuk mendapatkan tindakan, malah ditolak dengan alasan pihak RSUD Ciereng belum menerima rujukan dari Puskesmas Tanjungsiang.
Setelah ditolak oleh RSUD Ciereng dengan kondisi yang kritis, Juju dan keluarga pun akhirnya membawa sang istri ke Rumah Sakit di Bandung.
Namun, saat dalam perjalanan istrinya tersebut pun meninggal dunia bersama dengan anak yang berada di dalam kandungannya.
“Tidak ada tindakan sama sekali dari RSUD Cierengnya langsung ada saya bawa ke Bandung sama ibu bidan puskesmas pakai ambulans di Puskesmas Tanjungsiang. Istri saya sudah tidak kuat dan meninggal duluan waktu mau ke rumah Sakit di Bandung,” ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang dr. Maxi menuturkan pihaknya sudah meminta klarifikasi langsung dari pihak RSUD Subang terkait dengan kasus meninggalnya ibu yang hendak melahirkan di RSUD Ciereng.
Maxi pun menyesalkan atas kasus penolakan RSUD Subang yang menyebabkan hingga korban meninggal dunia.
Maxi juga menjelaskan, saat kejadian, kapasitas dari ICU tidak memungkinkan untuk menerima pasien baru. Maka dari itu, pihak RSUD Subang menyarankan pasien agar dibawa ke rumah sakit lain.
Meski demikian, Dinkes Subang menyesalkan tindakan dari RSUD Ciereng. Dinkes Subang juga meminta agar RSUD Subang untuk memperbaiki layanan agar kejadian serupa tak kembali terjadi.
Sementara itu, hingga saat ini pihak RSUD Ciereng Subang pun masih enggan memberikan keterangan keterangan kepada para awak media.





