Kunjungan Mattis Disambut Serangan Taliban di Kabul, AS Balas Serang dan Tewaskan Warga Sipil

Ilustrasi Pasar Kabul terbakar. Foto:Xinhua

KABUL – Satu orang tewas dan 11 lainnya cedera dalam serangan udara AS di Kabul, setelah militan mencoba melakukan serangan bertepatan dengan kunjungan Menteri Pertahanan AS Jim Mattis.

Taliban dan afiliasi provinsi Khorasan di negara bagian Islam mengklaim bertanggung jawab.

“Tragisnya, salah satu rudal tidak berfungsi, menyebabkan beberapa korban tewas,” kata misi NATO dalam sebuah pernyataan.

Korban yang disebabkan oleh serangan udara AS di ibukota tersebut telah membuat sebuah perjalanan Mattis ke negara tersebut menjadi gagal dan dapat memicu kemarahan pasukan Amerika yang reputasinya sudah tercoreng.

Awal bulan ini pasukan AS membagikan selebaran di provinsi Parwan utara yang dianggap sangat menyinggung umat Islam dan memicu protes yang marah.

Mattis adalah anggota pertama kabinet Presiden AS Donald Trump untuk mengunjungi Afghanistan sejak Trump bulan lalu berjanji untuk tetap mengikuti jalur perang terpanjang Amerika.

Kunjungannya yang tanpa pemberitahuan datang saat pasukan keamanan negara tersebut berjuang untuk mengalahkan Taliban, yang telah melakukan serangan sejak pasukan tempur NATO pimpinan AS mengundurkan diri pada akhir tahun 2014.

Pada konferensi pers bersama dengan Ghani di istana presiden, Mattis dan kepala NATO Stoltenberg memperbarui komitmen mereka ke Afghanistan, dan menyatakan tekad untuk menghentikan negara tersebut menjadi tempat yang aman bagi teroris.

Stoltenberg mengatakan, “Afghanistan yang lebih stabil adalah lebih aman kita nantinya.” ujarnya, dikutip AFP.

Serangkaian serangan roket di Kabul hari Rabu tidak mengubah gerakan Mattis, dan dia kemudian terbang ke Forward Operating Base Gamberi di sebelah timur Kabul, di mana dia berbicara dengan tentara AS yang melatih pasukan keamanan Afghanistan.

Oktober menandai peringatan 16 tahun perang tersebut, dan Taliban yang bangkit kembali telah berjanji untuk mengubah Afghanistan menjadi “kuburan” bagi pasukan asing.

Mereka telah memasang serangan mematikan saat mereka mempertahankan cengkeraman mereka di hamparan besar negara tersebut.

Advertisement