PADANG- Setidaknya 2.000 jiwa korban banjir di Nagari Pasar Muara Labuh, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan, membutuhkan bantuan. Harta benda mereka tidak ada yang bisa diselamatkan akibat banjir dan beberapa waktu lalu tersebut.
Rahman, Wali Nagari Pasar Muara Labuh mengatakan saat ini warga terancam kelaparan karena kekurangan logistik. Sedangkan hingga saat in bantuan hanya datang pada hari pertama kejadian banjir tersebut. Bantuan tersebut berupa nasi bungkus sebanyak 300 bungkus.
“Kini warga saya banyak terancam kelaparan. Untuk 300 bungkus nasi itu pun sebenarnya tidaklah cukup dengan jumlah orang sekitar 2.000 jiwa,” katanya, seperti diberitakan OkeZone.com, Kamis (11/2/2016).
Selain makanan dan logistik, warga juga membutuhkan pakaian kering, selimut serta air bersih.
“Di sini air bersih belum bisa dikonsumsi lantaran semua saluran air terkena banjir. Pemerintah sebenarnya sudah membangun dapur umum untuk keperluan warga, namun itu tidak sebanding dengan jumlah korban,” ujarnya.
Dikatakan Rahman saat ini air sudah mulai surut. Warga sudah mulai membersihkan rumah mereka.
“Air memang sudah surut, tapi kami masih was-was soalnya curah hujan masih tinggi,” pungkasnya.





