PASAMAN – Lima orang korban banjir bandang akibat gempa di Nagari Malampah, Kecamatan Tigo Nagari, Sumatera Barat (Sumbar) masih hilang hingga Senin (28/2).
Akibat gempa, sedimen gunung Talamau yang terletak di sekitar pusat gempa tergerus secara berulang-ulang dan menyebabkan material sedimen masuk ke hulu sungai dan membuat penyumbatan.
Penyumbatan itu lantas membuat material masuk ke anak-anak sungai dan mengangkut material tambahan menuju ke hilir sungai yang menimbulkan banjir bandang.
Kepala Kantor SAR Padang, Asnedi mengatakan hari ini merupakan hari keempat tim gabungan menyisir anak sungai untuk mencari korban hilang.
“Iya belum ada tanda-tanda dimana keberadaan korban,” katanya, kepada CNNIndonesia.com di lokasi pencarian.
Adapun kendala yang dihadapi tim di lapangan, kata Asnedi, yaitu minimnya peralatan, akses yang sulit, dan ketinggian banjir.
“Kedalamannya mencapai 5 hingga 9 meter dan lebar material banjir bandang juga cukup luas,” katanya.
Material longsor berupa lumpur, potongan kayu, dan batu. Menurutnya pencarian ini cukup berat karena di lokasi tidak ada alat berat, sementara tenaga tim gabungan juga terbatas.
Dia mengatakan pihaknya akan tetap melakukan pencarian selama tujuh hari.





