SURIAH – Pemimpin kelompok militan Al-Nusra, Abu Mohammed al-Julani, mengumumkan dalam sebuah videonya bahwa kelompoknya, Jabhat Al-Nusra berpisah dari Al-Qaeda.
Selain mengumumkan memisahkan diri, dia juga mengutarakan perubahan nama Jabhat Al-Nusra menjadi Jabhat Fateh Al-Sham atau Front Penaklukan Suriah. Langkah tersebut diambil untuk mengubah pandanganAmerika Serikat dan Rusia yang selama ini selalu melancarkan serangan bom bagi warga muslim Suriah.
Namun seperti dilaporkan BBC, meski demikian, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat berkeras bahwa kelompok tersebut tetap merupakan organisasi teroris. Transformasi Jabhat Al-Nusra menjadi Jabhat Fateh Al-Sham, tambah Deplu AS, hanya pengubahan nama belaka.
Sementara itu Al-Qaeda menyambut baik langkah Abu Mohammed al-Julani. Orang kedua di Al-Qaeda, Ahmed Hassan Abu al-Khayr, mengatakan Front Al-Nusra dipersilakan berpisah dari Al-Qaeda untuk melindungi kepentingan Islam, muslim, dan jihad.
Pemimpin tertinggi Al-Qaeda, Ayman al-Zawahri, menambahkan, “Persaudaraan Islam lebih kuat dari ikatan organisasi yang berubah dan menghilang.” ujarnya.
Sejumlah analis menilai perubahan Jabhat Al-Nusra menjadi Jabhat Fateh Al-Sham disebabkan aksi AS dan Suriah yang terus menggencarkan serangan terhadap mereka.
Pekan lalu, Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Menlu Rusia Sergei Lavrov menyepakati langkah-langkah untuk melawan kelompok jihad, seperti Front Al-Nusra dan ISIS.





