Lion Air JT610 Masih Baru dan Baru Jalani 800 Jam Terbang

Pesawat Lion Air

JAKARTA – Pesawat Lion Air JT610 yang jatuh di peraran Karawang  dengan registrasi PK-LQP jenis Boieng 737 MAX 8,  tergolong sangat baru.

Danang Mandala Prihantoro, juru bicara Lion Air mengatakan pesawat tersebut buatan 2018 dan baru dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018, dan baru menjalani 800 jam terbang.

Dia juga menambahkan jika pesawat  dipimpin Kapten pilot Bhavye Suneja dengan copilot Harvino bersama enam awak kabin dan tiga pramugari yang sedang menjalani pelatihan.

“Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang. Keduanya adalah poilot yang sangat berpengalaman, juga dalam menerbangkan pesawat ke luar negeri,” kata Edward Sirait, dikutip BBC.

“Ini pesawat baru, kami terima dari Boeing awal Agustus, dan dioeprasikan pada 15 Agustus. Jadi masih sangat baru.”

Sebelumnya Direktur Utama Lion Air, Edward Sirait, mengakui ada kendala teknis dalam penerbangan JT-610 rute Denpasar-Cengkareng pada Minggu (28/10/2018) malam.

Namun dia menegaskan pesawat dalam keadaan layak terbang.

“Jika pesawat rusak, mustahil pesawat bisa diijinkan terbang dari Denpasar. Ketika kami menerima laporan kru pesawat, kami secepatnya membenahi,” sambungnya.

Edward menegaskan terlalu dini untuk menduga penyebab kecelakaan. “Kami tak bisa berspekulasi, karena ini menyangkut nyawa manusia,” ucapnya.

Advertisement