PAPUA – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa Papua berikan pelatihan peer counselor yang digelar di aula BKKBN Provinsi Papua pada tanggal 13-15 September 2022.
Pelatihan digelar melihat pesatnya lonjakan penduduk pada usia remaja memiliki permasalahan sosial tersendiri, seperti lemahnya generasi muda dalam menentukan masa depan, pun masalah-masalah yang ada di sekolah, lingkungan pertemanan maupun lingkungan rumah.
Menurut Umayra Maulida selaku Kepala LKC-DD Papua pelatihan peer counselor ini sebagai upaya untuk membekali remaja mendapatkan informasi dan bisa menjadi kader peer counselor agar tidak keliru mendapatkan informasi.
“Pada masa remaja, mereka lebih senang berbagi persoalan dengan teman dalam kelompoknya, karena mereka merasa memiliki banyak persamaan, baik usia, pergaulan, kebiasaan dan juga faktor kedekatan hingga mereka lebih spontan untuk menyampaikan permasalahan yang dihadapi. Dalam bimbingan konseling, bantuan tersebut dinamakan peer counseling atau konseling sebaya,” terang Umayra, dalam keterangan tertulisnya.
Pelatihan ini merupakan angkatan ke-4 yang beberapa waktu yang lalu sempat terhenti karena masa pandemi dan telah diikuti oleh beberapa sekolah.
“Kegiatan ini merupakan pelatihan peer counselor angkatan ke-4 dan sempat terhenti selama masa pandemi. Siswa-siswi sangat antusias mengikuti kegiatan hari ini. ada 6 sekolah yang mengikuti kegiatan pelatihan ini diantaranya SMKN 8 TIK Kota Jayapura, SMK Hikmah Yapis, SMA Muhammadiyah Kota Jayapura, SMKN 5 Kota Jayapura, SMAN 1 Kota Jayapura dan SMKN 3 Kota Jayapura,” jelas Umayra.
Pelatihan ini dihadiri oleh dr. Ni Nyoman Sri Antari selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, kemudian para narasumber dari BNN (Badan Narkotika Nasional), BKKBN, PKBI, Poltekkes Kota Jayapura, PPA Polresta Jayapura, Puskesmas Kotaraja dan Dinas Pendidikan Kota Jayapura.
Dalam sambutannya dr. Ni Nyoman memberikan apresiasi kepada LKC-DD Papua yang telah menggelar kegiatan pelatihan yang berlangsung hari ini.
“Saya mengapresiasi kegiatan yang berlangsung kali ini, lewat pelatihan ini kita bisa memberikan bekal kepada para remaja, bekal itu yang kemudian menjadi pegangan untuk para remaja ketika dia berada dalam pergaulannya, baik di sekolah, lingkungan pertemanan dan lingkungan rumah,” terang dr. Ni Nyoman





