FREETOWN – Sebuah tanah longsor telah menewaskan lebih dari 200 orang di pinggiran ibu kota Sierra Leone, Freetown, Senin (14/8/2017) dan menimbun sejumlah rumah sehingga membuat penduduk putus asa untuk mengetahui kehilangan anggota keluarga yang hilang.
Palang Merah mengatakan setidaknya 205 jenazah telah dibawa ke kamar jenazah di Freetown. Polisi dan personil militer berada di tempat kejadian di kota pegunungan Bupati yang mencari orang-orang yang terjebak dalam puing-puing.
Reuters melaporkan menurut saksi mata, banyak orang yang tinggal di kaki Gunung Sugar Loaf tertidur saat gunung tersebut roboh, mengubur puluhan rumah, termasuk bangunan dua lantai.
Juru bicara Palang Merah Abu Bakarr Tarawallie mengatakan korban tewas diperkirakan akan meningkat saat lebih banyak jenazah ditemukan.
Sementara wakil Presiden Victor Foh mengatakan kemungkinan ratusan orang terbaring mati di bawah reruntuhan. Dia mengatakan sejumlah bangunan ilegal telah dibangun di daerah tersebut.
“Bencana ini sangat serius sehingga saya sendiri merasa sedih,” katanya. “Kami mencoba untuk mengawal daerah tersebut dan mengevakuasi orang-orang.” tandasnya.





