Mahalnya Vaksin Gotong Royong

Harga vaksin Gotong Royong yang terlalu mahal membebani industri kecil untuk mendanai vaksinasi bagi karyawannya.

HARGA vaksin Covid-19 yang ditetapkan pemerintah untuk program vaksinasi gotong royong (PVGR) sangat membebani kalangan industri kecil, apalagi mereka baru saja mengeluarkan pengeluaran ekstra berupa THR bagi para pekerja.

Harga tertinggi satu dosis vaksin gotong royong Rp321.660 plus tarif layanan vaksinasi tertinggi Rp117.910, belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN), sehingga diperoleh harga tertinggi untuk dua kali suntikan sebesar Rp879.140.

Sebanyak 17.832 perusahaan telah mendaftarkan diri sejak Februari lalu untuk mendapatkan suntikan vaksinasi bagi sekitar 8,6 juta pekerjanya dalam upaya membantu mempercepat program vaksinasi nasional guna menjangkau 181,5 juta penduduk demi tercapainya “herd Immunity” atau kekebalan komunal.

Program PVGR yang diprakasai oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) yang pendanaannya dibebankan pada badan hukum atau badan usaha masing-masing menyasar karyawan beserta keluarganya.

Menurut Ketua Ikatan Ahli Kesehatan Masyrakat Indonesia (IAKMI) Ede Surya Darmawan, subsidi silang bisa dilakukan dalam PVGR sehingga harga vaksin bisa disesuaikan dengan kemampuan perusahaan dan mengingat keterbatasan vaksin, pelaksanaannya harus sesuai prioritas.

Pelaksanaan PVGR dimulai, Selasa (18/5) bagi 40.000 pekerja perusahaan padat karya seperti di sektor industri tekstil, makanan dan minuman serta sektor perkebunan.

Sejauh ini pengiriman perdana vaksin Sinopharm sebesar 470.00 dosis dari 30 juta dosis vaksin yang dipesan sudah diterima.

Untuk  PVGR gelombang pertama, digunakan vaksin Sinopharm selain sebagai alternatif, vaksin Cansino (dua-duanya buatan China) dan untuk gelombang selanjutnya, kemungkinan menggunakan vaksin Sputnik V dari Rusia.

Tingginya harga vaksin untuk PVGR juga disinggung oleh Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (API) Firman Bakrie, sehingga sebagian pekerja tidak didaftarkan oleh perusahaan tempat mereka bekerja.

Semula, para pimpinan perusahaan berskala kecil itu memperkirakan, harga vaksin PVGR tidak lebih dari Rp250.000 per orang (dua dosis atau suntikan) sehingga dengan harga yang ditetapkan pemerintah, banyak yang keberatan.

Ada juga yang berharap agar biaya penyuntikan PVGR yang sebesar Rp117.910 per dosis digratiskan agar terjangkau oleh kalangan industri kecil.

Mengingat yang disasar adalah imunitas massal, selayaknya pemerintah sepakat menekan harga vaksin PVGR, karena jika tidak, program vaksinasi nasional bakal sia-sia.

 

 

Advertisement