KUALA LUMPUR—Pasukan antiterorisme Malaysia menangkap sembilan warga Malaysia yang diduga kuat terkait jaringan ISIS. Mereka memiliki profesi berbeda, mulai dari guru sekolah, penjaga keamanan, dan seorang pemilik klinik hewan.
Dalam operasi penangkapan itu juga, seorang pria berusia 31 tahun yang bekerja sebagai pelayan restoran juga ditangkap. Ia diduga merencanakan serangan di kantor polisi Tapah. Inspektur Jenderal (Pol). Khalid Abu Bakar mengatakan, diduga kuat jaringan ini memiliki hubungan dengan ISIS di Indonesia.
“Dia diduga menghubungi anggota ISIS di Indonesia untuk mendapatkan bahan peledak dan aktif merekrut warga Malaysia untuk bergabung dengan ISIS,” ujarnya seperti dikutip Channel News Asia, Jumat (24/3/2017).
Tersangka lain, pria berusia 27 diyakini sebagai tersangka serangan di Movida Klub, Puchong, Selangor tahun lalu. Tersangka ini juga diyakini telah menyalurkan dana untuk tokoh ISIS asal Malaysia di Suriah, Muhammad Wanndy Mohamed Jedi.
Sementara seorang guru sekolah dasar, diketahui keterlibatannya dari status di Facebook-nya yang menyebarkan ideologi ISIS dan merekrut anggota baru. Operasi penangkapan yang dilakukan antara 15 dan 21 Maret ini digelar di sejumlah negara bagian Malaysia mulai dari Selangor, Perak, Kedah, Kelantan dan Johor.





