
ARGENTINA (KBK) – Setelah dipisahkan sejak bayi dari tahun 1976, akhirnya Mario Bravo dapat bertemu dengan ibu yang melahirkannya Sara, Selasa (1/12/2015).
Mereka berdua dipertemukan oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) Nenek Plaza de Mayo, Argentina, yang bergerak dalam mempertemukan keluarga yang terpisah karena kediktatoran pemerintahan militer Argentina tahun 1970-an.
Dikatakan Nenek, saat itu, militer yang berkuasa dari 1976 s.d 1983 merampas anak-anak Argentina dan mengadopsikannya ke orang lain.
Sara ketika 1976 itu, masih belia, ia pejuang militan yang tidak suka diktator. Ia ditahan oleh pemerintah Argentina, sebagai tahan politik, anaknya yang baru dilahirkan diserahkan ke keluarga non komunins.
“Sara sendiri hidup dalam ketakutan selama puluhan tahun di Provinsi Tucuman bagian utara, setelah dibebaskan dari penjara setelah pemerintah militer tumbang,” kata nenek.
Akhirnya Sara, menghilangkan nama keluarga agar ia tidak diintimidasi lagi oleh militer. Karena hilangnya nama keluarga tersebut, Nenek sangat susah mencarinya.
Namun dengan ketelitian dan ketabahan Mario Bravo dapat dipertemukan dengan Sara setelah melalui tes DNA. Mario merupakan anak ke 119 yang sudah diidentifikasi Nenek dan ditemukan dengan keluarganya.
“Ibu saya masih hidup, ini sebuah keajaiban,” kata Mario pada konferensi pers di Buenos Aires.
Dijelaskan Nenek, kebanyakan pejuang militan yang hamil ditangkap oleh polisi rahasia Argentina, kemudian ditemukan tewas tak lama setelah melahirkan.
Mario Bravo dibesarkan di provinsi utara-timur Santa Fe. Dia memutuskan untuk mengikuti tes DNA pada tahun 2007, setelah meragukan identitasnya.
DNA Mario dibandingkan dengan bank sampel genetik yang telah dikumpulkan oleh Nenek dari keluarga yang mencari anak-anak mereka.
Setelah klop dan data DNA memiliki kesamaan, kemudian Nenek menyampaikan kepada Mario dan Sara, Senin (30/11/2015). Besoknya Selasa, antara ibu dan anak ini dipertemukan dalam suasana yang mengharukan.
Seperti dilaporkan BBC, Rabu (2/12/2015), sekitar 30.000 orang diperkirakan telah tewas selama lebih dari tujuh tahun kekuasaan militer di Argentina.




