Marzuki Darusman : Hukuman Mati Adalah Hal yang Keliru

foto Aditya KBK

JAKARTA, KBK – Bentuk penolakan terhadap hukuman mati di Indonesia semakin marak karena dinilai tidak menyelesaikan masalah namun justru menambah keruwetan dalam mengentaskan kasus yang menjerat pelaku.

Menurut Marzuki Darusman, Ketua Koalisi Masyarakat Sipil untuk Penghapusan Hukuman Mati di ASEAN menegaskan negara yang menerapkan hukuman mati akan menjadi bagian dan merupakan peserta yang menyebabkan kematian itu bertambah.

“Dalam hal ini kasus narkoba, jika per hari kematian akibat narkoba mencapai 50 orang akan menjadi 51 orang jika pemerintah mengeksekusi pelaku utama yang tertangkap dan hal itu justru memutus akses informasi untuk menguak jaringan narkotika yang lebih besar,” ucap Marzuki saat jumpa pers di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (7/9).

Marzuki menambahkan argumentasi pemerintah RI maupun ASEAN harus dikembangkan karena menurutnya penerapan hukuman mati merupakan hal yang keliru utamanya dalam memberantas kejahatan skala global.

Marzuki melanjutkan, bahwa menurut data BNN secara statistik hukuman mati tidak menghilangkan atau menurunkan peredaran narkoba. Marzuki juga berharap pemerintah RI dapat mengubah slogan kampanye melawan narkoba karena sangat dipandang sangat pro terhadap hukuman mati.

“Slogan pemerintah adalah memerangi narkoba, jika memakai kata perang adany korban bisa dibenarkan salah satunya yang tereksekusi mati. Tapi ubahlah dengan slogan membela diri dari narkoba karena terdengar lebih manusiawi dan bermartabat,” jelas Marzuki.

 

 

Advertisement