CENGKARENG – Duta Besar RI untuk Filipina Johny J Lumintang menyebut sembilan haji lainnya yang masih tertahan di Filipina sebagai pahlawan dan mengungkapkan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk mereka.
Hal tersebut diungkapkannya ketika menyerahkan 58 WNI kepada perwakilan pemerintah daerah dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Utara, di Bandara Soekarno Hatta, Minggu (4/9/2016).
“Sementara sembilan orang masih dimintai keterangan otoritas Filipina,” kata Johnny saat menggelar jumpa wartawan di Bandara Soetta, dikutip dari metrotvnews.
Johnny menyebut sembilan orang tersebut sebagai pahlawan. Sebab, kata dia, calhaj yang lain tidak bisa dipulangkan. “Kami berikan penghargaan setinggi-tingginya pada mereka. Pemerintah Filipina berusaha sekuat-kuatnya utuk mendapatkan informasi yang lebih jelas tentang peristiwa ini dari mereka,” kata Johnny.
Berkait kondisi para korban, Johnny menyebut, mayoritas menderita flu dan batuk. Karenanya, mereka tidak dihadirkan ke konferensi pers. “Mereka perlu pemulihan fisik dan psikis,” katanya.
Diketahui, para calon haji tersebut ditangkap imigrasi Filipina karena menggunakan paspor palsu untuk berangkat haji melalui negara tersebut. Paspor palsu yang dipegang 177 WNI tersebut diperoleh dari sekelompok warga Filipina yang bekerja pada jasa layanan pemberangkatan ibadah haji di Filipina. Kini, 168 orang telah dipulangkan, Minggu (4/9/2016).





