JAKARTA, KBKNEWS.id — Sedikitnya 22 orang tewas dan lebih dari 120 lainnya terluka dalam bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan di Pakistan pada Minggu (1/3).
Massa marah atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mencoba menyerbu Konsulat Amerika Serikat di Karachi.
Otoritas setempat menyatakan bentrokan paling parah terjadi di Karachi, kota terbesar di Pakistan, ketika ratusan demonstran mendatangi area konsulat AS. Massa sempat menyerang perimeter gedung, memecahkan jendela, serta membakar pos polisi di dekat lokasi sebelum akhirnya dibubarkan oleh polisi dan pasukan paramiliter yang dikerahkan.
Pejabat rumah sakit pemerintah di Karachi melaporkan, sebagaimana dilansir AP, sedikitnya 10 korban tewas dan puluhan lainnya luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
Kekerasan juga meluas ke wilayah utara Gilgit-Baltistan, di mana sekitar 12 orang tewas dan lebih dari 80 lainnya terluka setelah ribuan demonstran bentrok dengan polisi dan menyerang kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa serta kantor pemerintah setempat.
Aparat menyebut sejumlah kantor polisi dan fasilitas publik turut dirusak dan dibakar sebelum situasi berhasil dikendalikan dengan pengerahan pasukan tambahan.
Gelombang protes terjadi di berbagai kota, termasuk Islamabad dan Peshawar, di mana aparat menggunakan gas air mata dan pentungan untuk membubarkan massa yang berusaha mendekati kedutaan dan konsulat AS.
Sementara itu, aksi unjuk rasa damai juga berlangsung di Multan dengan seruan kecaman terhadap Amerika Serikat dan Israel.
Pemerintah Pakistan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyampaikan protes secara damai. Presiden Asif Ali Zardari juga menyampaikan belasungkawa atas kematian Khamenei dan menyatakan solidaritas Pakistan terhadap rakyat Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.





