Masyarakat Kay Baru Pertama Rasakan Berobat dengan Dokter

Warga Kampung Kay ,Elar, NTT ketika mendapatkan edukasi kesehatan. Foto: LKC Dompet Dhuafa NTT

MANGGARAI TIMUR – Ini adalah potret sesungguhnya dari Kampung Kay, Kecamatan Elar Kabupaten Manggarai Timur – Nusa Tenggara Timur. Masyarakat setempat masih kesulitan dalam mengakses fasilitas kesehatan.

Mereka butuh waktu 2 jam untuk sampai ke puskesmas karena jalan yang rusak parah. Itupun pasien hanya ditangani oleh perawat atau bidan karena ketiadaan dokter.

Demikian diceritakan dr. Tata, Direktur Layanan Kesehatan Cuma-cuma Dompet Dhuafa Nusa Tenggara Timur, kepada KBKNews.id, Senin (4/3/2019).

Dikatakan dr. Tata, selain akses fasilitas kesehatan yang sulit, sanitasi lingkungan pun masih rendah. Warga hanya memiliki jamban Cemplung dan itupun belum semua warga memilikinya.

“Salah satu kendalanya karena keterbatasan air,” jelas dr. Tata.

Untuk membantu mereka, lanjut dr. Tata, LKC Dompet Dhuafa NTT bersama YBM PLN mengadakan kegiatan ALS (Aksi Layanan Sehat) berupa pengobatan gratis, Sabtu, 2 Maret 2019 di Kampung Kay, Kecamatan Elar Kabupaten Manggarai Timur – NTT.

Selan pengobatan, warga Kay juga diberikan edukasi pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.

“Edukasi ini menjadi pembuka dalam kegiatan ALS yang disampaikan oleh tim LKC, Asdinullah,” terang dr. Tata.

Selain tim kesehatan dari Dompet Dhuafa, pemeriksaan kesehatan juga dibantu oleh tim kesehatan Puskesmas Lempang Paji, yang berjarak 2 jam dari lokasi.

Karena memang susahnya akses kesehatan di sini, sekalinya ada pelayanan kesehatan masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi ALS tersebut. Mereka rela mengantri lama hingga gilirannya dipanggil. Sebanyak 81 orang yang terlayani hingga pukul 15.00 WIB. Pelayanan kesehatan dimulai pukul 10.00 WIB.

Diungkapkan dr. Tata, tiga penyakit terbanyak yang diderita pasien yakni gastritis, hipertensi dan ISPA. Namun juga ditemukan 1 penderita dengan tumor di dahi yang perlu penanganan lanjutan.

“Kehadiran YBM PLN dan LKC Dompet Dhuafa sangat membantu kami, baru kali ini kami mendapat pemeriksaan kesehatan dan langsung ditangani dokter. Harapan kami kegiatan ini bisa berlanjut lagi,” ucap Ahmad, salah satu pasien.

Advertisement