Mengapa Anak-Anak Bisa Mudah Akses Konten Negatif?

Foto Aditya KBK

JAKARTA (KBK) – Melihat perkembangan keluarga Indonesia saat ini, mendorong sejumlah anak dapat dengan mudah mengakses konten negatif. Prof Euis Sunarti dari Pegiat Keluarga Indonesia mengatakan, itu bisa terjadi karena keluarga-keluarga di Indonesia saat ini mengalami turbulensi ekonomi.

“Orang tua sibuk cari uang, orang tua bekerja sedangkan anak tidak diperhatikan ia akses apa. Hal ini membuat keluarga dalam mengasuh anak kerap kewalahan,” ucap Euis dalam paparannya pada acara FGD bertema Mendukung Konten Positif melalui Film untuk Anak-anak dan Remaja Indonesia, di Jakarta, Kamis (03/11/16).

Akibatnya anak-anak akan membesarkan dirinya sendiri tanpa pengawasan orang tua. Mudahnya akses mengakses konten negatif juga rentan menimpa anak-anak marjinal yang memiliki waktu luang lebih banyak, waktu luang tersebut dikatakan Euisakan sangat rentan dimanfaatkan untuk berselancar di dunia maya menjelajahi konten-konten negatif.

“Akibatnya perilaku seks mereka menyimpang. Mereka tahu jika dilakukan ke lawan jenis dapat menyebakan kehamilan, maka ada yang melakukannya ke sesama jenis dan itu sudah terjadi,” jelas Euis.

Euis menambahkan dalam hal ini media merupakan unsur strategis dan krusial oleh karena itu Euis mengharapkan media seperti film, tv dan internet dapat menyediakan konten positif secara masif.

“Media harus dibuat sedemikian rupa, yang ringkas tapi pesan itu bisa mempengaruhi. Berikan konten itu di sekolah,” ujarnya.

Advertisement