
JAKARTA – Peredaran vaksin palus disinyalir telah lama dilakukan, yakni sejak tahun 2003. Pertanyaannya mengapa baru sekarang hal ini terungkap?
Menjawab hal tersebut, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya mengatakan praktik terlarang ini baru terungkap karena dampak vaksin palsu yang tidak tampak secara langsung, sehingga selama ini bisnis ini aman-aman saja dilakukan para pelaku.
“Kenapa baru terbongkar sekarang, ya karena dampak dari vaksin yang tidak terlalu tampak. Vaksi yang diberikan palsu atau asli efeknya tidak tampak secara langsung,” tutur Agung, Selasa (28/6/2016), dikutip dari Tribunnews.
Menurut Agung, vaksin palsu baru akan berdampak setelah nantinya ada kuman yang menyerang. “Setelah ada kuman yang menyerang, nah itu baru tahu kalau itu palsu,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan cara sederhana membedakan vaksin palsu dengan yang asli bagi para orangtua, yakni dilihat dari penutup karet yang tidak rapi dan warnanya lebih kusam.
Jaringan vaksin palsu dengan tersangka 15 orang, selama belasan tahun sudah meraup banyak keuntungan dari bisnis tersebut. Seperti tersebar di dunia maya, sepasang suami istri warga Bekasi sering memposting kehidupan mewahnya di media Facebook. Hidup di rumah mewah berlantai dua, lengkap dengan kolam renang, serta memiliki mobil mewah sport yang mencapai harga setengah miliar.



