SRINAGAR—Dalam beberapa hari belakangan, suasana di Kashmir memanas menyusul beberapa bentrok antara demonstran dan aparat. Hampir 50 orang dinyatakan tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka.
Saat ini, aliran listrik dihentikan untuk sementara waktu. Warga pun dikenai aturan jam malam. Suasana terasa sangat mencekam, khususnya anak-anak. Mereka tidak leluasa beraktivitas di luar rumah, termasuk sekolah.
Para orang tua “mengunci” anak-anak mereka di dalam rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena tak ada listrik, televisi pun tidak bisa dinikmati, pun internet dan koran. Hanya teriakan demonstran dan letupan senjata yang menemani mereka sehari-hari.
Sebuah media online di India, Scoop Whoop sempat mewawancarai sejumlah anak di Kashmir. Mereka ditanyai bagaimana pendapatnya tentang INDIA. Ada enam orang yang diwawancarai, demikian beberapa jawaban mereka:
Safan Nissar, 13 tahun
Aku benci India. Orang tua saya tidak membiarkan saya pergi ke luar. Kita takut untuk pergi keluar. Orang tua saya bilang kau akan dibunuh. Saya tidak bisa bermain. Saya sudah tidak bermain selama 10 hari terakhir. Kami bahkan tidak dapat membaca buku sekarang. Hum darte Hain (Kami takut). Kami ingin Azaadi. Saya ingin pergi keluar dan (ikut) protes tapi orang tua saya mengunci saya di ruang. Lalu aku hanya mendengar slogan-slogan.
Muawin Tasneem, 12 tahun
India adalah tiran. India membunuh orang dan menghilangkan mereka. Saya ingin Kashmir merdeka. Saya tidak ingin menjadi bagian India atau Pakistan. Aku takut untuk pergi keluar. Polisi dapat melakukan apapun kepada kami. Saya tidak bisa mempercayai mereka. Mereka bisa membunuh saya. Saya jarang belajar.
Rida Shafi, 9 tahun
Saya telah melihat orang tua saya mengekspresikan kebencian terhadap India sejak aku kecil. Dan itu sebabnya aku marah. Aku juga benci India.
Mohsin Wani, 13 tahun
Saya selalu bingung mengapa orang tua saya mendukung Pakistan dalam pertandingan Kriket antara India dan Pakistan. Aku tidak pernah bertanya kepada mereka. Tapi seiring saya tumbuh besar, saya paham. Teman bermain saya dan rekan-rekan kelas saya memberitahu saya tentang penindasan India di Kashmir





