Mengerikan, PBB Ungkap Laporan Wanita dan Anak Suriah Jadi Korban Kekerasan Seksual

Karen Konin AbuZayd, diplomat Amerika dan Penasihat Khusus PBB

SURIAH – PBB mengatakan pasukan pemerintah Suriah dan milisi sekutu telah memperkosa dan melakukan kekerasan seksual terhadap perempuan, anak perempuan dan laki-laki dalam sebuah kampanye untuk menghukum masyarakat oposisi.

Hal tersebut disebut PBB sebagai tindakan yang merupakan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dalam sebuah laporan mengerikan, mereka menemukan bahwa kelompok oposisi dalam perang sipil yang berlarut-larut di Suriah juga telah melakukan kejahatan kekerasan seksual dan penyiksaan.

Laporan tersebut juga mengatakan bahwa ISIS dan kelompok ekstremis bersenjata lainnya telah mengeksekusi wanita, pria dan anak-anak dengan tuduhan melakukan perzinahan, memaksa perempuan untuk menikah dan menganiaya homoseksual.

Paulo Pinheiro, ketua Komisi Penyelidik PBB di Suriah, mengatakan kepada sebuah acara panel.

Laporan setebal 29 halaman yang dikeluarkan saat Suriah memasuki tahun kedelapan perangnya, didasarkan pada 454 wawancara dengan korban selamat, sanak saudara, saksi mata, pembelot, pengacara dan staf medis.

“Perkosaan terhadap perempuan dan anak perempuan didokumentasikan di 20 cabang intelijen pemerintah dan militer, dan pemerkosaan laki-laki dan anak laki-laki didokumentasikan di 15 cabang,” kata laporan penyidik ​​kejahatan perang PBB tersebut.

Cabang dimana pemerkosaan terjadi, termasuk Aleppo, Deraa, Homs, Hama dan Damaskus, serta penjara militer Sednaya dan cabang intelijen angkatan udara di bandara militer Mezzeh, keduanya dekat ibukota.

Korban menderita rasa malu, depresi, inkontinensia, impotensi dan keguguran, dan penolakan keluarga mereka, katanya.

“Kami mohon maaf karena telah menyajikan laporan yang sangat mengerikan, tapi penting kami mendapatkan informasinya,” kata Hanny Megally, seorang komisaris PBB, dilansir Middle East Monitor, Kamis (15/3/2018).

Advertisement