JAKARTA (KBK) – Dalam aksi unjuk rasa dugaan kasus penistaan agama, Masjid Istiqlal dan sekitarnya tampak riuh. Pelbagai ormas Islam dengan segala atributnya datang memadati kawasan tersebut.
Di tengah ramainya pendemo, terlihat Rismanto (49) berdiri menyandar di pagar monumen nasional.
Bersama timnya yang berjumlah 6 orang, Rismanto siap membantu pendemo yang mengalami gangguan kesehatan.
“Saya ditugaskan oleh Dinkes DKI untuk mengamani jalannya demo, kalau ada yang sakit dan terluka saya bantu,” ucap Rismanto yang merupakan ketua tim medis dari Puskesmas Tanah Abang, kepada KBK, jumat (04/11/16).
Guna mengamankan jalanya demo Rismanto “dipersenjatai” oleh 1 unit ambulans, peralatan medis, 2 dokter umum dan 2 perawat yang siap melayani pendemo. Meski telah siaga penuh namun Rismanto berharap supaya para pendemo tidak sampai ada yang jatuh sakit.
“Pelayanan yang kami berikan yaitu pertolongan pertama dan rujukan kalau ada pendemo yang membutuhkan tindakan ke Rumah Sakit,” kata Rismanto yang memarkir ambulansnya di Jalan Medan Merdeka Timur depan Pertamina.
Di bawah gelayut awan mendung Rismanto mengatakan terdapat total 50 unit ambulans dari berbagai kecamatan yang diturunkan guna menangani pendemo jika memerlukan bantuan medis. Pria bertubuh tambun itu juga mengaku, bersama tim ia sudah standby sedari jam 7 pagi hingga demo berakhir. Namun Rismanto tak melulu turun dalam setiap aksi unjuk rasa.
“Setiap demo tidak selalu turun. kalau diminta pusat baru turun. Karena ini demo besar kami diturunkan,” jelas Rismanto.
Finan dan Tomy dokter tim Gawat Darurat yang diboyong Rismanto mengatakan biasanya pendemo yang tumbang akibat kelelahan. “Biasa ny karena kelelahan tindakan pertama berikan oksigen. Itu yang sering terjadi pada pendemo,” terang Dr Finan.
“Kami siap bergerak cepat kalau ada yang tumbang,” ucap Rismanto menimpali perkataan Dr Finan.





