MANILA – Jumat (1/7/2016) Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Filipina, Perfecto Rivas Yasay, Jr. Menlu menegaskan pada Filipina untuk dapat menjamin keamanan di perairan Laut Sulu.
“Pertemuan dengan Menlu Yasay sangat penting artinya untuk melanjutkan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Filipina dalam upaya pembebasan sandera,” ujarnya.
Ia menyampaikan penyanderaan semacam ini sama sekali tidak dapat ditolerir dan meminta agar Pemerintah Filipina dapat menjamin keamanan di wilayah perairan Laut Sulu.
Menanggapi hal tersebut, Menlu Yasay menggarisbawahi komitmen kuat dari Pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte yang akan berupaya keras mengakhiri tindakan kriminal yang sering terjadi di laut Sulu.
Selain itu, Menlu Yasay memastikan bahwa Pemerintah Filipina akan melakukan close coordination dengan otoritas Indonesia.
Seperti diketahui, perairan Sulu sangat penting artinya bagi lalu lintas perdagangan batubara
antara Indonesia dengan Filipina. Hampir 96 persen kebutuhan batubara Filipina Selatan dipasok dari Indonesia. Perdagangan Indonesia dan Filipina mencapai 4,6 Miliar dolar AS, dengan surplus berada di pihak Indonesia 3.19 miliar dolar AS. Demikian dikutip dari Tribunnews.





