JAKARTA (KBK) – Awan mendung yang menggelayut di langit Jakarta dimanfaatkan Zulfani Zulas ( 6 ) untuk bermain lari-larian bersama teman sebayanya, di teras tampak Zulmaini mengawasi anak bungsunya itu.
Sejak 20 September lalu Zulmaini dan Zulfani prakits menjadi “warga baru” penghuni lantai dua shelter Dompet Dhuafa RSCM akibat penyakit kebocoran jantung dan penyempitan pembuluh darah yang diderita Zulfani.
Guna mengobati Zulfani, Zulmaini sempat kalang kabut. Kemiskinan yang membelnggu perekonomian keluarga membuatnya tak mampu berbuat lebih. Beruntung Asril, suami Zulmaini mengantongi Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Asril merupakan seorang buruh tani yang hanya menggarap sawah milik orang lain seluas seperempat hektar dengan sistim bagi hasil 50-50 per setiap kali panen atau enam bulan sekali. Sedangkan Zulmaini fokus membantu Asril dengan cara merawat seekor kerbau dan sapi milik tetangga.
“Gabah yang didapat suami untuk konsumsi sendiri, tidak dijual sedangkan untuk keperluan sehari-hari suami harus jadi kuli sepulang dari sawah. Itu juga tidak menentu kadang ada kadang tidak. Kalau ada uang yang di dapat paling 50 ribu per hari,” ungkap Zulmaini kepada KBK di shelter Dompet Dhuafa RSCM, Selasa (11/10/16).
Jauh sebelum hijrah ke Jakarta, Zulfani talah dibawa ke RS.M Jamil Kota Padang, namun pihak dokter angkat tangan dan merujuk warga Lintau Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat itu untuk berobat ke RSCM Jakarta.
Kebingungan sontak kembali menyelimuti Asril dan Zulmaini, pasalnya ia harus membongkar tabungannya yang sudah menipis untuk biaya selama di Jakarta. Dalam kondisi serba terbatas Zulmaini akhirnya dapat mengakses shelter Dompet Dhufa sebagai hunian sementara di Jakarta berkat pertolongan keluarganya.
“Untuk biaya transportasi ke Jakarta saya dibantu oleh BAZNAS, saya naik pesawat. Kalau tidak dibantu saya tidak akan bisa berangkat ke Jakarta,” ucap Zulmaini terharu.
Menurut Zulmaini, Zulfani menderita sakit bocor jantung bawaan dari lahir. Namun ia masih bersyukur karena anak pertamanya yakni Okky Pratama yang sudah bekerja di Pekan Baru, Riau dan Ifo Ningsih Saputri anak ke dua Zulmaini yang masih duduk di bangku kelas 2 SMK terlahir sehat.
Jika kelelahan bermain bibir Zulfani akan membiru, begitu juga dengan kulit dan kukunya. Tak lama rasa pusing pun hinggap di kepalanya. Kini Zulmaini hanya bisa memanjatkan doa guna kesembuhan Zulfani, ia tengah dirasuki rasa cemas menunggu hasil pemeriksaan dokter RSCM yang akan keluar rabu besok.
“Kata dokter di Padang Zulfani harus di operasi, tetapi dokter di sini belum bilang untuk operasi. Masih menunggu hasil scan dokter,” kata Zulmaini harap-harap cemas.
Kendati kondisi Keluarga Asril dan Zulmaini memiliki keterbatasan ekonomi namun di shelter Dompet Dhuafa RSCM semangat mereka tetap berkobar, optimis terhadap kesembuhan si buah hati.





