BANTUL – Konflik horisontal yang dipicu beroperasinya mesin sedot pasir di Poyahan Desa Seloharjo Pundong Bantul diprediksi bakal berkepanjangan jika pemerintah tidak segera turun tangan.
Indikasi ke arah konflik makin terasa lantaran warga yang selama ini mengeruk pasir secara manual tegas menolak kehadiran mesin sedot pasir yang dioperasikan pengusaha itu. Selain merusak lingkungan, diduga tidak punya izin.
Bahkan dari pantauan KRjogja.com dilapangan, Senin (10/4/2017) sore, mesin sedot siap diturunkan ke Sungai Opak. Tidak hanya itu, dalam sosialisasi beberapa waktu lalu, pemilik mesin sedot mengaku sudah mendapat restu dari beberapa ‘orang penting’. Sekarang warga berharap pemerintah, aparat berwajib segera turun menghentikan rencana penambangan pasir dengan mesin itu.
Harbi, satu tokoh masyarakat di Poyahan Seloharjo Pundong Bantul mengungkapkan, pemilik mesin sedot sudah melakukan sosialisasi dihadapan warga beberapa waktu lalu. Dalam acara itu juga dihadiri perwakilan kepolisian, koramil, kecamatan dan kelurahan. Hadir pula dari orang ‘dalam’ kraton yang dibawa pemilik mesi. Harbi mengatakan, sejak dulu warga menolak penambangan pasir dengan mesin. Meskipun sampai sekarang tidak berani mengungkapkan terang-terangan.
Sumber : KRJogja





