Militer Suriah Dukung Pasukan Kurdi untuk Lawan Serangan Turki

Ilustrasi Pasukan Kurdi Irak berjaga di Bashiqa/ Foto: AP

SURIAH – Pasukan Kurdi di Suriah mengatakan militer negara tersebut telah setuju untuk bersatu dan membantu menghadang serangan Turki di wilayahnya.

Kantor berita pemerintah Suriah  melaporkan bahwa pasukan pemerintah telah dikerahkan ke perbatasan utara.

Langkah ini menyusul keputusan AS untuk menarik semua pasukannya yang tersisa dari wilayah tersebut karena situasi di sana yang “tidak dapat dipertahankan”.

Petinggi Kurdi mengatakan hampir 800 kerabat anggota ISIS berkewarganegaraan asing melarikan diri dari Ain Issa, sebuah kamp di utara, ketika pertempuran berkecamuk di dekatnya.

Serangan Turki dan penarikan AS telah menimbulkan kemarahan internasional, karena SDF adalah sekutu utama Barat dalam pertempuran melawan ISIS di Suriah.

Tapi Turki memandang kelompok-kelompok Kurdi dalam pasukan tersebut sebagai teroris dan menyatakan ingin mengusir mereka dari “zona aman” yang menjangkau sejauh 30km ke wilayah Suriah.

Turki juga berencana memukimkan kembali lebih dari tiga juta pengungsi Suriah yang saat ini berada di Turki. Banyak dari mereka bukan orang Kurdi. Para pengkritik memperingatkan langkah bisa mengarah pada pembersihan etnis penduduk Kurdi setempat.

Kesepakatan itu menandai perubahan signifikan dalam aliansi Kurdi, setelah kehilangan perlindungan militer AS di wilayah tersebut.

 

Advertisement