PUNJAB—Anak-anak korban gempabumi di Nepal mengalami nasib yang buruk. Setelah kehilangan keluarga, banyak di antara mereka menjadi korban perdagangan manusia.
Sebuah penyelidikan yang dilakukan the Sun terungkap, mereka dijual ke keluarga kaya Inggris sebagai budak. Menurut laporan ini, mereka berusia sekitar 10 tahun dan dihargai hanya 5,250 poundsterling. Mereka dijual di pasar gelap oleh geng yang beroperasi di Punjab, India.
Menteri Dalam Negeri Inggris, Theresa May telah mendesak polisi untuk menyelidiki klaim tersebut. May mengatakan penjualan anak ini adalah kriminal yang tidak bisa diterima.
Ia mengatakan, surat kabar The Sun seharusnya melaporkan hasil penyelidikannya kepada pemerintah sehingga bisa segera ditangani. “Tidak ada anak-anak, dimana pun di dunia ini, yang boleh diambil dari keluarganya dan dipaksa jadi budak,” katanya, seperti dikuti Republika dari Guardian, Senin (4/4/2016).
Hasil penyelidikan The Sun terbit Senin di halaman muka. Gambarnya menunjukan anak-anak yang putus asa dan dijual ke keluarga-keluarga kaya di Inggris. Mereka bahkan kabarnya dijadikan budak domestik tanpa dibayar.
Laporan tersebut menyebut salah satu penjual sebagai narasumber, yaitu Makkhan Singh. “Kami memasok mereka ke Inggris, sebagian besar yang dibawa ke Inggris adalah orang Nepal, ” kata dia. Menurut Singh, orang Nepal sangat rajin dan pintar memasak sehingga mereka juga adalah yang paling dicari.




