
JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus menggalang dukungan dan dana untuk program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron Palestina yang akan didirikan di atas tanah wakaf seluas 4.000 m2.
Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Sudarnoto Abdul Hakim, mengatakan rencana pembangunan rumah sakit menelan dana kurang lebih Rp100 miliar.
Dia mengatakan, dana yang saat ini ada di MUI sekitar Rp2 miliar masih jauh dibandingkan dengan total budget pembangunan.
Sudarnoto mengatakan MUI sangat terbuka menjalin kerja sama bersama menggagas fundraising pembangunan ini.
Rumah sakit tersebut rencananya dibangun guna menampung para pasien di wilayah Hebron berpenduduk 1,2 juta orang yang membutuhkan bantuan pengobatan, khususnya fisioterapi dan rehabilitasi.
Saat ini, proses pembangunan masih tahap pengumpulan dana dan pengiriman relawan dan insinyur ke sana.
Sebenarnya, kata Sudarnoto, rombongan MUI sudah siap untuk diberangkatkan ke lokasi pembangunan.
Namun hal itu belum dapat direalisasikan karena situasi pandemi saat ini.
Selain itu, MUI juga sedang menyiapkan pembaruan perpanjangan MoU dengan Walikota Hebron soal pembangunan RS Indonesia ini.




