
Sampai hari ini sudah sekitar 23,7 ribu korban tewas dan 80-ribu lebih luka luka akibat gempa bermagnitudo 7,8 yang menerjang wilayah Turki timur sepanjang 450 Km dan Suriah di barat laut.
Di tengah ribuan nyawa melayang atau korban terluka akibat berada di bangunan yang diterjang gempa atau terperangkap di tengah puing-puing, terjadi sejumlah mukzizat yang dialami para penyintas.
Salah satunya, bayi perempuan baru dilahirkan yang sekitar 24 Â jam berada di bawah reruntuhan bangunan di pusat gempa di Suriah. Â Saat ditemukan tim penyelamat, pusar bayi tersebut masih tersambung dengan ibunya yang sudah tewas akibat gempa yang meluluh-lantakkan rumah mereka.
Kerabat sang bayi, Khalil al-Suwadi kepada AFP (7/2) menuturkan, ia mendengar suara bayi saat membersihkan puing-puing, Â mengangkatnya dan lalu melarikannya ke rumah sakit terdekat.
Bayi itu, menurut Suwadi, adalah satu-satunya yang selamat diantara keluarga terdiri dari ayah, ibu, empat saudara kandung dan bibinya dalam musibah gempa yang sejauh ini sudah menewaskan lebih 3.500 orang penduduk Suriah itu.
Saat ini bayi itu dirawat di RS di kota Afrin dan menurut keterangan dokter yang merawatnya, Hani Maarouf ia dalam kondisi stabil walau mengalami memar dan hipotermia (menggigil).
Kisah lainya, juga terjadi di wilayah Suriah, seorang gadis, Mariam  yang rumahnya diterjang gempa berusaha melindungi kepala adiknya  saat mereka terjebak  di bawah reruntuhan selama 36 jam.
Dari tayangan video, tampak Mariam meneriaki tim penyelamat agar mengeluarkan mereka sambil berjanji, ia bersedia menjadi pelayan mereka nantinya setelah ia dan adiknya dievakuasi.
“Keluarkan kami dari sini. Aku akan melakukan apa saja untuk kalian, “ serunya pada petugas penyelamat. Menurut kesaksian ayahnya Mustafa Zuhir al-Sayed yang juga selamat, kakak-beradik itu sedang terlelap saat gempa terjadi.
90 Jam terperangkap
Sementara di Propinsi Hatay, Turki, gadis kecil berusia 10 tahun Hilal Saglam, luput dari maut setelah 90 jam tertimbun puing-puing bangunan.
Regu penyelamat berhasil mengeluarkannya setelah bekerja keras selama tujuh jam menyingkirkan benda-benda yang meghalanginya.
Gadis mujur itu lalu dilarikan dengan tandu ke RS disambut sorak sorai massa yang berkerumun di sekitar TKP. Menurut anggota tim penyelamat, yang pertama kali diminta korban adalah segelas susu.
Dari Turki dilaporkan ada 16 bayi korban gempa yang diselamatkan dari puing-puing bangunan di wilayah yang terdampak gempa Kahramanmaras yang lalu diterbangkan ke ibukota, Ankara dengan pesawat jet pribadi Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan.
Tim penyelemat Turki juga berhasil mengevakuasi dua perempuan kakak beradik Fatma Deir (25) dan Husra (tidak disebutkan usianya) yang tertimpa bangunan di atas mereka saat gempa mengguncang kota Gaziantep.
Mereka sempat terperangkap di bawah lempengan beton berapa puluh jam sebelum ditemukan oleh petugas penyelamat yang lalu berhasil membawa mereka keluar.
Sampai hari ke-6 pasca gempa, Sabtu (11/2) paling tidak dilaporkan 23.726 korban tewas (20.213 orang di Turki dan 3.513 orang di Suriah serta 80.052 terluka d Turki dan 5.245 orang di Suriah.
Upaya penyelamatan bantuan khususnya di wilayah konflik Suriah merepotkan, karena sebanyak 2.166 korban berada di wilayah yang dikuasai pemberontak dan 1.347 orang di wilayah penguasaan pemerintah.
Semoga muncul mukzizat-mukzizat lagi tentang korban-korban yang terselamatkan. (AFP/CNN/Guardian/ns).




