Muslim Amerika Kutuk Tragedi Turki dan Belgia

Imam Shamsi Ali dalam sebuah forum / Facebook

NEW YORK—Kelompok Muslim di Amerika melalui Nusantara Fundation mengutuk serangan teror yang terjadi di Turki dan di Belgia. Banyak warga sipil yang tak berdosa menjadi korban tindakan keji ini.

“Doa untuk para korban dan keluarga mereka,” ujar Presiden Nusantara Foundation, Shamsi Ali dalam pernyataan sikapnya, Rabu (23/3/2016) waktu Indonesia.

Ia menambahkan, pihaknya mendorong penegak hukum dapat menangkap pelaku dan membawa mereka ke pengadilan. Menurutnya, kaum Muslim juga menjadi korban dalam berbagai aksi teror ini. “Umat Islam di seluruh dunia sekali lagi telah dibajak oleh teroris dan penjahat yang melakukan tindakan kejahatan atas nama iman mereka,” tegasnya.

Sebagai kelompok Muslim Amerika, pihaknya terus menekankan bahwa teror adalah musuh bersama umat manusia dan peradaban. Tindakan teror tidak memiliki tempat dalam ajaran agama.

Ia menjelaskan, selama ini Muslim Amerika kerap menghadapi kecaman karena aksi-aksi teror yang mengatasamakan Islam. Terlebih, dalam beberapa bulan belakangan salah satu kandidat presiden di Amerika kerap melontarkan kata-kata bernada kebencian yang memojokkan umat Islam.”Kami takut tindakan (terorisme) yang tidak bertanggung jawab ini akan memancing kemarahan dan pembalasan yang tidak berdasar,” tukasnya.

Ia juga menegaskan, tindakan kejahatan tidak terbatas pada anggota kelompok, etnis, atau agama tertentu.

Advertisement