MARAWI – Seorang pejabat provinsi Lanao del Sur pada hari Minggu (28/5/2017)Â mengkonfirmasi penyelamatan terhadap 39 orang Kristen yang terjebak dalam baku tembak antara tentara dan teroris Maute yang mengepung desanya di Kota Marawi.
Wakil Gubernur Lanao del Sur Mamintal Adiong mengatakan kepada The Star Sunday bahwa penyelamatan diprakarsai oleh petugas informasi pemerintah provinsi, Salma Jayne Tamano, seorang Muslim, dan kerabatnya.
Menurut keterangan Senior Superintenden direktur kepolisian provinsi, Oscar Nantes, seperti dilansir Philstar, 39 pengungsi tersebut belum makan berhari-hari, dan berbaring di lantai rumah di daerah Lilod Madaya dan Saduc, di mana mereka bersembunyi selama lebih dari 36 jam karena kehadiran orang-orang bersenjata di daerah.
Nantes mengatakan bahwa tim Tamano juga menyelamatkan dua tetua Muslim yang menyediakan 39 tempat perlindungan pengungsi sementara baku tembak meletus di desa tersebut.
Adiong mengatakan bahwa dia berterima kasih kepada penduduk desa Muslim yang melindungi 39 orang Kristen di tengah baku tembak yang ketat di daerah tersebut.
Pertempuran antara militer Filipina dan militan Maute yang setia pada ISIS masih terus berlanjut, dan diberitakan sebelumnya ribuan orang telah mengungsi, serta lebih dari 2000 warga diyakini masih terjebak disana.
Pertempuran antara militer Filipina dan militan Maute yang setia pada ISIS masih terus berlanjut, dan diberitakan sebelumnya ribuan orang telah mengungsi, serta lebih dari 2000 warga diyakini masih terjebak disana.





