Menteri Bangladesh Mahmood Ali mengatakan telah ada tawaran repatriasi dalam pembicaraan antara Bangladesh dan Myanmar di Dhaka, dengan perwakilan pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi.
“Myanmar telah membuat sebuah proposal untuk mengambil kembali pengungsi Rohingya,” kata menteri tersebut kepada wartawan, dilansir AFP.
Namun pihak Myanmar tidak memberikan waktu yang pasti untuk menarik kembali pengungsi Rohingya, dan apakah semua pengungsi akan dibawa atau tidak.
Dia menambahkan bahwa kedua negara telah sepakat untuk membentuk kelompok kerja gabungan untuk mengkoordinasikan pemulangan.
Suu Kyi, yang telah sangat dikritik karena kegagalannya untuk mengekang tindakan keras militer, mengatakan bulan lalu bahwa Myanmar akan mengambil kembali pengungsi “yang telah diverifikasi”.
Ini akan dilakukan sesuai kriteria yang disepakati pada tahun 1993, ketika puluhan ribu orang Rohingya dipulangkan.
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Senin malam oleh Kantor Penasihat Negara Myanmar, Menteri Kyaw Tint Swe mengulangi sumpah reparasi Suu Kyi.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, hampir seperempat juta orang dipulangkan dari Bangladesh ke Myanmar antara awal 1990an dan 2005.





