Myanmar Buka Akses Kelompok Bantuan ke Rakhine

Kamp pengungsi di Rakhine/ Anadoulu Agency

RAKHINE – Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa diberi akses pertama kalinya ke Rakhine sejak krisis terjadi pada tanggal 25 Agustus 2017.

Dalam kunjungan satu hari pada Senin (2/10/2017), yang diselenggarakan oleh otoritas Myanmar, pejabat PBB, diplomat dan kelompok bantuan diterbangkan dengan helikopter ke Maungdaw, pusat kekerasan terhadap rohingya terjadi.

PBB menyambut baik perjalanan tersebut namun menegaskan kembali kebutuhan akan akses kemanusiaan yang lebih besar.

“Skala penderitaan manusia tidak terbayangkan dan PBB mengirimkan belasungkawa yang terdalam kepada semua pihak yang terkena dampak,” kata PBB, dilansir AFP.

Sementara itu pengungsi di Bangladesh telah penuh sesak dalam kamp-kamp PBB dan kondisi darurat yang terlalu padat di sepanjang perbatasan Myanmar dengan meningkatnya risiko penyakit.

Ada skeptisisme yang meluas mengenai apakah ada yang bisa kembali dan masih belum jelas ke mana Rohingya akan pergi jika mereka melakukannya, karena banyak desa mereka telah dibakar habis.

Namun diberitakan sebelumnya menteri Bangladesh Mahmood Ali mengatakan telah ada tawaran repatriasi  dalam pembicaraan  di Dhaka dengan perwakilan pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi.

“Myanmar telah membuat sebuah proposal untuk mengambil kembali pengungsi Rohingya,” kata menteri tersebut kepada wartawan.

Dia tidak memberikan  waktu tetnya padan tidak mengatakan apakah Myanmar juga akan membawa kembali 300.000 pengungsi Rohingya yang melarikan diri melintasi perbatasan selama kekerasan sebelumnya.

Advertisement