TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Kamis membatalkan kunjungannya yang dijadwalkan hari itu ke Uni Emirat Arab (UEA).
“Perdana menteri dijadwalkan, Kamis ini, akan mengunjungi Uni Emirat Arab, tetapi karena kesulitan dalam mengkoordinasikan penerbangannya melalui wilayah udara Yordania, akhirnya itu ditunda,” ungkap pernyataan dari kantor PM Israel.
Pernyataan tersebut mengungkapkan bahwa kesulitan “tampaknya muncul” setelah pembatalan kunjungan Putra Mahkota Yordania ke Masjid Al-Aqsa, sebagai akibat dari perselisihan mengenai langkah-langkah keamanan yang diambil.
“Yordania mengumumkan selama satu jam terakhir bahwa mereka akan mengizinkan pesawat perdana menteri melalui wilayah udara Yordania, tetapi karena penundaan dalam menerima pengumuman ini, Perdana Menteri Netanyahu dan Putra Mahkota Emirates, Sheikh Mohammed bin Zayed, setuju untuk mengatur tanggal lain untuk kunjungan tersebut,” kata kantor Netanyahu, dikutip Anadolu.
Saluran TV resmi Israel pada Rabu malam melaporkan bahwa otoritas Israel mencegah Putra Mahkota Yordania, Hussein bin Abdullah, untuk mengunjungi Masjid Al-Aqsa.
Saluran tersebut menyatakan bahwa kunjungan itu dibatalkan “karena Kerajaan Yordania tidak mematuhi pemahaman yang dicapai dengan Israel mengenai koordinasi keamanan untuk kunjungan tersebut, karena jumlah penjaga keamanan Yordania lebih banyak dari yang disepakati, sehingga Israel menolak untuk membiarkan mereka masuk.”





