Netanyahu: Israel Akan Lanjutkan Operasi di Suriah

ISRAEL – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatatakan bahwa dirinya sudah memberitahu AS dan Rusia  bahwa Israel akan melanjutkan operasinya di Suriah.

“Saya telah menjelaskan kepada teman-teman kita, pertama-tama di Washington dan juga kepada teman-teman kita di Moskow, bahwa Israel akan bertindak di Suriah  termasuk di Suriah selatan, sesuai dengan pemahaman dan kebutuhan keamanan kita,” kata Netanyahu pada hari Senin (13/11/2017), dilansir Press TV.

Pada hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump dan mitranya dari Rusia, Vladimir Putin, menegaskan upaya bersama untuk menstabilkan negara Arab yang dilanda perang  dan mempertahankan komunikasi militer di Suriah.

Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah setelah Perang Enam Hari 1967 dan kemudian menduduki tempat itu dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Rezim tersebut telah membangun puluhan permukiman di daerah tersebut sejak saat itu dan telah menggunakan wilayah tersebut untuk melakukan sejumlah operasi militer melawan pemerintah Suriah.

Awal bulan ini, Damaskus meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera melakukan tindakan terhadap Israel setelah melakukan serangan udara di sebuah pabrik tembaga di kota Hassia di provinsi Homs.

Dalam beberapa kesempatan, tentara Suriah telah menyita senjata buatan Israel dan peralatan militer dari militan yang memerangi pasukan Damaskus. Israel juga telah memberikan perawatan medis kepada militan ekstremis yang terluka di Suriah.

Diketahui, kelompok Takfiri seperti ISIS  dan al-Nusra tidak pernah menyerang Israel meski beroperasi di dekat perbatasan Suriah dengan wilayah Palestina yang diduduki selama beberapa tahun terakhir.

Advertisement