MADIUN – Banjir melanda beberapa desa di Ngawi karena luapan Sungai Bengawan Madiun pada Rabu (18/1/2017) dan mengakibatkan jalur yang dilewati warga setempat lumpuh.
Jalur lumpuh karena banjir ketinggiannya mencapai satu meter dan membuat kendaraan roda dua tak bisa menyeberang. Kondisi ini menjadi berkah bagi ojek gerobak yang menjadi satu-satunya cara untuk menyeberang jalan ditengah banjir yang merendam.
Dengan ojek gerobak, motor serta pengendaranya dapat diangkut sekaligus cukup dengan membayar Rp 10.000 saja.
Berkah ojek gerobak tersebut dirasakan Sairun (45), salah satu penyedia gerobak.
“Kalau banjir datang saya pasti menyediakan gerobak. Soalnya pasti banyak yang memerlukan. Apalagi jalur alternatif seperti sekarang,” katanya.
Dibanding tidak dapat melintas jalan dan terjebak, banyak warga yang menggunakan jasanya. “Daripada macet kena banjir, mereka lebih memilih bayar Rp 10 ribu,” katanya. Pendapatan yang lumayan tinggi ia gunakan untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Diketahui, banjir luapan Sungai Bengawan juga mengakibatkan sejumlah sekolahan baik SD hingga SMA tergenang air dan membuat sekolah diliburkan. Hal ini untuk memberikan rasa aman baik anak didik maupun para guru, menyusul genangan banjir menuju ke sekolah relatif tinggi hingga 1 meter.Demikian dikutip dari beritajatim.





