
MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memperkirakan, puncak pertambahan harian Covid-19 akibat penularan subvarian virus SARS-CoV-2 Omicron BA.4 dan BA.5 diperkirakan bisa mencapai 20.000 per hari.
Hal itu disampaikan oleh Menkes (15/6) berkaitan dengan tren naiknya kasus penyebaran harian Covid-19 yang kini didominasi oleh subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 asal Afrika Selatan sejakĀ awal Mei lalu.
Tren kenaikan kasus harian subvarian virus SARS-CoV-2 Omicron BA4 dan BA5 yang berlangsung sejak 6 Mei lalu diprediksi bakal mencapai puncaknya pada minggu kedua atau ketiga Juli, 2022.
Sebelumnya penyebaran Covid-19 yang sampai awal Mei lalu sempat menurun sampai di bawah 200 kasus (paling rendah 3 Mei sebanyak 107 kasus), mulai merambat lagi sejak awal Juni.
Selanjutnya, jika pada periode antara 1 sampai 6 Juni tercatat kenaikan menjadi antara 304 sampai 395 kasus, sejak 7 ā 13 Juni naik lagi antara 518 sampai 627 kasus (tertinggi 10/6 dengan 627 kasus).
Tren penambahan harian Covid-19 bahkan suah tembus di atas 1.000 kasus yakni 1.242 kasus pada hari Rabu (15/6).
Walau kenaikan kasus harian dan positivity rate Covid-19 di Iindonesia masih di bawah batas WHO, kewaspadaan harus terus ditingkatkan, mengingat penyebaran subvarian Omicron BA4 dan BA5 saat ini juga juga di Afrika Selatan, Portugal dan Taiwan.
Yang agak melegakan, kata Menkes, tingkat fatalitas atau kematian akibat subvarian BA.4 dan BA.5 jauh lebih rendah dibanigkan akibat terpapar virus varian Delta atau subvarian Omicron yang lain (BA1 dan BA2).
āTingkat kematian disebabkan subvarian BA4 dan BA5 paling sekitar sepersepuluh dibandingkan varian Delta atau varian subomicron BA1 dan BA2, ā kata Budi.
Menurut catatan, tingkat kematian akibat paparan Covid-19 sejak awal Juni sampai 15 Juni memang relatif rendah, berkisar antara satu hingga 10 orang per hari, tertinggi 10 orang pada 14 Juni.
Menurut catatan, puncak serangan virus varian Delta terjadi pada 15 Juli 2021 dengan paparan harian 15.757 kasus dan angka kematian harian tertinggi pada 27 Juli 2021 dengan 2.069 kasus.
Waspada dan waspada! Tetap patuhi prokes dan terapkan pola hidup sehat.




