Operasi Turki di Afrin Tewaskan 13 Warga Sipil

Tank-tank M-48 Turki dalam formasi penyerbuan ke wilayah Afrin, Suriah yang dikuasai milisi Kurdi (YPG). Eskalasi konflik dikhawatirkan meluas menjadi konflik terbuka antara Turki dan pemerintah Suriah.
AFRIN – Lembaga pemantau Hak Asasi Manusia untuk Suriah mengatakan serangan udara Turki telah merenggut nyawa 13 penduduk sipil di wilayah barat laut Afrin di Suriah.
Lembaga tersebut mengatakan  bahwa 13 warga sipil, termasuk dua anak dan tiga perempuan, kehilangan nyawa mereka pada hari Senin (5/3/2018) ketika pesawat militer Turki membom kota Jindires, yang terletak 20,9 kilometer barat daya Afrin.

Monitor yang berbasis di Inggris menambahkan serangan udara juga menyebabkan puluhan orang cedera, mencatat bahwa jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat karena beberapa korban luka berada dalam kondisi kritis.

Lembaga pemantau lebih lanjut mencatat, seperti diberitakan Press TV, bahwa total 165 warga sipil, termasuk 29 anak-anak dan 24 perempuan, telah terbunuh sejak militer Turki melancarkan serangan di barat laut Suriah pada 20 Januari.

Sementara itu, militer Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setidaknya 2.777 milisi YPG telah “dinetralisir” sejak awal Operation Olive Branch di Suriah.

Otoritas Turki sering menggunakan kata “dinetralisir” untuk menyiratkan teroris yang bersangkutan baik menyerah atau terbunuh atau tertangkap.

Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag juga mengatakan pasukan Turki sekarang menguasai separuh wilayah Afrin.

Berbicara setelah sebuah pertemuan kabinet di Ankara, Bozdag mengatakan 702 kilometer persegi dari total 1.920 sekarang berada di bawah kendali militer Turki.

Advertisement