Akhir-akhir ini banyak “orang gila” yang tampil dalam media massa kita. Tampilan mereka layaknya orang biasa yang berbeda dengan tampilan orang gila jaman old. Bila orang gila jaman baheula ini terkesan lusuh, orang gila jaman now penampilannya agak parlente atau berpenampilan rapi.
Parlente dalam bahasa Ambon berarti penipu atau pura-pura. Orang miskin bisa berpura-pura menjadi orang kaya. Orang bodoh bisa berpura-pura menjadi orang pandai yang bisa mengatur segalanya meskipun sebenarnya dia yang diatur sesuai arahan majikannya. Orang yang mau mengeksploitasi kekayaan alam juga bisa berpura-pura menjadi penolong dengan memberi bantuan hutang.
Orang yang selama ini membenci ulama tiba-tiba bisa berubah, berpura-pura akrab dengan ulama. Bahkan, ada pula yang berpakaian alim seperti ulama meskipun sebenarnya dia non muslim.
Orang gila yang parlente bisa membaur berkamuflase dalam jamaah Sholat Shubuh yang secara normal sangat sulit dilakukan oleh orang gila beneran. Karena, bangun di pagi buta, berpakaian rapi, sabar mengikuti Sholat Shubuh berjamaah hingga menunggu momentum yang tepat untuk membunuh ulama adalah hal yang mustahil dilakukan oleh orang gila. Kecuali, bila memang dia adalah parlente dalam bahasa Ambon yang berarti penipu.





