Orangtua dan Murid Positif Covid-19, PTM SD di Bantul Dihentikan Sementara

Ilustrasi Mendikbud merencanakan pembukaan bertahap Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah mulai 1 Jan. 2021. Dipertanyakan, kesiapan prasarana di sekolah, guru, siswa dan murid, juga komitmen Pemda yang selama ini dinilai rendah terhadap pembangunan infrastruktur protokol kesehatan d sekolah.

BANTUL – Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas Sekolah Dasar Bantul Timur, Trirenggo, Bantul, DIY, terpaksa dihentikan selama sepekan setelah ada orangtua murid yang dilaporkan positif Covid-19.

Kadisdikpora Kabupaten Bantul Isdarmoko menjelaskan keputusan itu diambil usai pihaknya menerima laporan dari Dinas Kesehatan Bantul bahwa ada wali murid salah seorang siswa kelas I di SD Bantul Timur yang terpapar Covid-19, Jumat (1/10/2021) lalu.

“Dinas kesehatan dapat laporan dari puskesmas, mengatakan ada bapak ibu yang positif (Covid-19), tapi anaknya diantar ke sekolah, di SD itu,” kata Isdarmoko, Rabu (6/10/2021), dilansir CNNIndonesia.

“Hari Jumat itu juga masih sempat mengantar ke sekolah,” sambung dia.

Oleh karena itu, sambungnya, PTM terbatas di SD Bantul Timur itu disetop sementara selama sepekan, 4-9 September 2021.

Disdikpora lantas mengkroscek laporan tersebut ke pihak sekolah dan didapati bahwa benar anak orangtua terkonfirmasi Covid-19 tersebut telah mengikuti kegiatan PTM terbatas. “Si anak setelah diperiksa juga positif Covid-19,” lanjut Isdarmoko.

Menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut, Disdikpora mengambil langkah tegas dengan memberhentikan kelas tatap muka di SD Bantul Timur dan mengalihkan ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) sementara waktu.

Para siswa dan guru berjumlah 14 orang yang masuk dalam daftar pemilik riwayat kontak erat para pasien akhirnya juga diperiksa melalui tes antigen.

“Diswab dua kali, tapi hasilnya belum diketahui. Kalau negatif semua ya besok Senin boleh lagi buka (PTM). Tapi kalau ada yang positif, ya tracing-nya lebih luas lagi,” paparnya.

onesia.com/

Advertisement