Pakar PBB Sebut Kekerasan Terhadap Palestina Oleh Pemukim Israel Meningkat

Ilustrasi Pemukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat. Foto: Reuters

TEPI BARAT – Pakar hak asasi manusia (HAM) PBB mengungkapkan kekhawatirannya atas peningkatan tingkat kekerasan terhadap warga Palestina di wilayah Palestina yang diduduki oleh pemukim Israel.

“Kekerasan dari para pemukim selalu menjadi tindakan yang sangat mengganggu pendudukan Israel,” kata para pakar dalam sebuah pernyataan.

Pada 2021, warga Palestina menyaksikan tingkat kekerasan tertinggi yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir dan insiden yang lebih parah.

“Pemerintah Israel dan militernya hanya berbuat terlalu sedikit untuk mengekang kekerasan ini dan melindungi orang-orang Palestina yang dikepung,” kata mereka.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan dalam 10 bulan pertama tahun 2021, telah terjadi 410 serangan oleh pemukim terhadap warga Palestina — 302 terhadap properti dan 108 terhadap individu. Empat warga Palestina dibunuh oleh pemukim pada 2021.

Mereka mencatat bahwa kekerasan pemukim Yahudi telah meningkat, termasuk kekerasan fisik, penembakan dengan peluru tajam, membakar ladang dan ternak, pencurian dan perusakan properti, pohon dan tanaman, pelemparan batu dan intimidasi terhadap penggembala dan keluarga mereka.

Pada musim gugur, para pakar mengatakan kekerasan sering diarahkan pada warga Palestina yang melakukan panen zaitun.

“Zaitun yang dipanen dicuri atau dirusak. Pohon zaitun dimusnahkan. Pemanen diserang dengan batu dan pipa atau diancam dengan senjata,” kata mereka, dilansir Anadolu.

Advertisement